Wednesday, 14 October 2015

sistem rangka



LAPORAN PRAKTIKUM

STRUKTUR HEWAN

PERCOBAAN III

SISTEM RANGKA

Nama: Novitasari
Nim: 342012138
Kelas/semester: D/III
Dosen pengasuh: Marlina Ummas Genisa.S.Si.,M.Sc

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
2013

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Manusia bisa bergerak karena adanya rangka dan otot. Rangka tersebut tidak dapat bergerak sendiri, melainkan dibantu oleh otot.
Dengan adanya kerjasama antara rangka dan otot, makhluk hidup dapat melompat, berjalan, bergoyang, berlari dan sebagainya. Begitu dengan hewan, mereka juga memiliki rangka yang sangat berperan penting dalam aktifitasnya. Kita sebagai anggota dari makhluk hidup yang diciptakan paling sempurna oleh Allah SWT, mempunyai peranan penting dimuka bumi ini yaitu berperan sebagai khalifah atu pemimpin dimuka bumi.
 Oleh sebab itu, kita juga mempunyai kewajiban untuk melestarikan isi muka bumi ini, termasuk melestarikan hewan. Dengan mempelajari anggota golongan ini kita dapat melestarikan lingkungan, selain itu juga dapat memberikan informasi berupa ilmu pengetahuan yang penting bagi dunia pendidikan. Tetapi dalam laporan ini khusus membahas tentang sistem perbedaan rangka pada golongan hewan vertebrata.

1.2 Tujuan Pembelajaran
- Mengamati dan membandingkan sistem rangka antara manusia dengan katak, ayam dan ikan.








BAB II
METODOLOGI

2.1 Waktu Praktikum
Waktu kegiatan pratikum struktur hewan percobaan III dilaksanakan pada hari jum’at, 14 Desember 2013 pukul 13.00-15.00 WIB dan tempat dilaksanakan pratikum disalah satu ruang kelas Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Palembang.

2.2  Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan pada saat di melakukan praktikum adalah
a.    Katak (Bufo sp)
b.    Ayam (Gallus gallus domesticus)
c.    Ikan mujair (Oreochromis mossambicus)
d.   Pinset
e.    Tempat memasak air (untuk merebus katak, ayam dan ikan)
f.     Alkohol
g.    Hidrogen peroksida (H202)
h.    Camera digital dan camera hanphone

2.3  Cara Kerja
-          Siapkan Alat dan Bahan yang akan digunakan seperti alkohol, tempat memasak air, dan pinset
-          Membuat pingsan (MENGANASTESI)  katak dan ikan dengan menggunakan alcohol
-          Merebus katak, ayam dan ikan sampe dagingnya lembut dan kulitnya mengelupas
-          Memisahkan atau melepaskan daging dari tulang katak, ayam dan ikan tersebut dengan menggunakan pinset
-          Setelah itu redam tulang katak , ikan dan ayam dengan cairan H2o2 , lalu keringkan dan susunan tulang hingga menjadi rangka yang utuh
-          Menempelkan keterangan pada bagian rangka ayam , ikan , dan katak
-          Mengamati  dan membandingkan  rangka penyusun tengkorak , anggota badan , angggota gerak, pada rangka manusia , katak , ikan ,dan ayam.



























BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1  HASIL
No
Sampel
Pengamatan
Dilaboratorium
Browsing Internet
1.
Rangka Manusia





2.
Rangka Katak (Bufo sp)
12-katak
3.
Rangka Ayam (Gallus gallus domesticus)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-W9O2rro0juvA7r_X42Bo-S1Gv_En5YeXnrwxvWqDcIAeMpJWQQZ2ZcIFPhHEJaIPiP79hvzI4qZXx5p5F7zN9g_JwSbaXr7DE-VJwJiZzxOdoEE4YUB8CNKynDbMsU8iqLBlrBhNRUM/s400/chicken20skeleton.jpg
4.
Rangka Ikan mujair (Oreochromis mossambicus)















3.2  TABEL PERBANDINGAN

PERBEDAAN
Rangka Manusia
Rangka Katak (Bufo sp)
Rangka Ayam (Gallus gallus domesticus)
Rangka Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus)
12-katak
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-W9O2rro0juvA7r_X42Bo-S1Gv_En5YeXnrwxvWqDcIAeMpJWQQZ2ZcIFPhHEJaIPiP79hvzI4qZXx5p5F7zN9g_JwSbaXr7DE-VJwJiZzxOdoEE4YUB8CNKynDbMsU8iqLBlrBhNRUM/s400/chicken20skeleton.jpg
Penjelasan:
1.      Kranium (tulang tengkorak)
Dari ke empat sample manusia, katak, ayam, ikan memiliki kranium dengan bentuk dan ukuran yang berbeda, tapi memiliki fungsi yang sama yaitu untuk melindungi bagian otak dan mata.
2.      Rangka pada bagian badan
Diantara ke empat sampel tersebut hanya katak yang tidak memiliki tulang rusuk, karena bagian organ dalam katak seperti jantung, paru-paru, hati dilindungi oleh lemak yang tebal pada kulit katak. Sedangkan manusia, ayam, ikan memiliki rangka anggota badan dengan fungsi yang sama yaitu tulang rusuk untuk melindungi organ dalam seperti jantung, paru-paru, hati dan lain-lain .
3.      Rangka anggota gerak
a)      Dari ke empat sampel hanya ikan yang tidak memiliki anggota gerak seperti tangan dan kaki, akan tetapi pada ikan memiliki sirip sebagai anggota geraknya yang berfungsi menjaga keseimbangan dalam air dan untuk berenang .
b)      Pada manusia dan katak sama-sama memiliki anggota gerak atas yang sama seperti humerus, radius, ulna , karpal , metacarpal , phalages  akan tetapi ukurannya berbeda dan memiliki fungsi yang berbeda pula.
c)      Pada ayam , anggota gerak atas digantikan dengan kedua sayap yang berfungsi untuk terbang.
d)     Pada ayam dan manusia anggota gerak bawah memiliki fungsi yang sama yaitu untuk berjalan akan tetapi untuk ukuran dan bentuknya yang berbeda.
e)      Pada katak, diantara anggota gerak atas (tangan) dan anggota gerak bawah (kaki) katak itu saling berkisambungan yaitu fungsinya untuk melompat.

3.3  PEMBAHASAN
Sistem rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik), walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara terpisah dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang.

A.    RANGKA MANUSIA
Struktur dan Fungsi Rangka Tubuh Manusia. Tulang-tulang yang tersusun sedemikian rupa dengan sistem tertentu disebut rangka. Rangka pada hewan Vertebrata berupa endoskeleton (rangka dalam). Tulang-tulang yang menyusun rangka mempunyai struktur yang bermacam-macam sesuai dengan fungsinya.
Rangka mempunyai fungsi sebagai berikut.
·       Penopang dan penunjang tegaknya tubuh.
·       Memberi bentuk tubuh.
·       Melindungi alat-alat atau bagian tubuh yang lunak.
·       Alat gerak pasif.
·       Tempat melekatnya otot-otot rangka
·       Tempat pembentukan sel darah dan penimbunan mineral.
Rangka tubuh dibedakan menjadi tiga macam:
a.       Rangka yang terdapat pada hewan yang tubuhnya lunak, misalnya cacing tanah disebut rangka hidrostatik.
b.      Rangka yang terdapat pada insekta berupa lapisan luar yang membungkus tubuh, dan terbuat dari zat kitin disebut rangka luar (eksoskeleton).
c.       Pada hewan vertebrata terdapat kumpulan tulang rawan dan tulang keras yang membentuk suatu rangkaian menurut aturan tertentu yang disebut rangka dalam (endoskeleton).
Rangka manusia terdiri atas kurang lebih 206 tulang. Berdasarkan letak tulang-tulang terhadap sumbu tubuh, rangka manusia dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah rangka aksial yang berada di bagian tengah sumbu tubuh. Kelompok kedua, adalah rangka apendikular yang berada di bagian tepi dari sistem rangka aksial. Rangka aksial terdiri atas tulang kepala (tengkorak), ruas-ruas tulang belakang (vertebrae), tulang dada (sternum), dan tulang rusuk (kosta). Rangka apendikular terdiri atas gelang bahu, anggota gerak atas (tungkai atas), gelang panggul, dan anggota gerak bawah (tungkai bawah).
·      Rangka Aksial
Rangka aksial merupakan tulang-tulang yang berada di bagian tengah sumbu tubuh. Tulang rangka aksial terdiri atas tulang kepala, ruas tulang belakang, tulang dada, dan tulang rusuk.
1.        Tulang Kepala
Tulang kepala terdiri atas tulang tempurung (kranium) dan tulang rahang. Tulang kepala berfungsi sebagai pelindung otak, organ pendengaran, dan organ penglihatan.
Tulang tengkorak terdiri atas 28 buah tulang. Tulang tengkorak berfungsi melindungi otak, mata, dan telinga dalam. Tulang-tulang pembentuk tengkorak dibedakan atas tulang tengkorak wajah (muka) dan tengkorak pelindung otak (kubah).
Hubungan tulang yang terdapat pada tengkorak kepala bersifat suture yaitu tidak dapat digerakkan. Kesatuan susunan tengkorak yang tegak seolah ”terletak” seimbang di atas ruas teratas (pertama) tulang belakang adalah tulang atlas. Sendi yang menghubungkan tengkorak dengan tulang belakang ini disebut sendi atlas (sendi putar), sehingga memungkinkan gerak kepala mengangguk ke depan dan ke belakang, menggeleng ke kiri dan ke kanan, bahkan berputar ke kiri dan ke kanan dengan wajah tetap menghadap ke depan.


2.       Tulang Belakang (Columna Vertebralis)
Tulang belakang merupakan penopang tubuh utama. Terdiri atas jejeran tulang-tulang belakang (vertebrae). Di antara tulang-tulang vertebrae terdapat discus invertebralis merupakan tulang rawan yang membentuk sendi yang kuat dan elastis. Discus invertebralis memungkinkan tulang belakang bergerak ke segala arah. Jika dilihat dari samping, tulang belakang membentuk lekukan leher (cervix), lekukan dada (thorax), lekukan pinggul (lumbar), dan lekukan selangkang (sacral).
Pada tulang belakang terjadi perlengkungan karena berfungsi sebagai penyangga berat dan memungkinkan manusia melakukan berbagai jenis posisi gerak.
3.       Tulang Dada (Sternum) dan Tulang Rusuk (Costa)
Tulang dada terdiri atas bagian hulu atau tangkai (manubrium sterni), bagian badan (corpus sterni), dan taju pedang (processus xyphoideus). Tulang rusuk terdiri atas 12 pasang tulang rusuk, yaitu 7 pasang rusuk sejati (costa vera), 3 pasang rusuk palsu (costa spuria), dan 2 pasang rusuk melayang (costa fluctuantes).
Bersama lekukan thorax pada tulang belakang, tulang dada dan tulang rusuk membentuk rongga dada (thorax) yang melindungi organ-organ penting seperti jantung, paru-paru, dan pembuluh darah. Tulang rusuk terdiri dari 12 pasang. Ujung belakangnya melekat pada ruas-ruas tulang belakang. Tulang rusuk dapat dibedakan menjadi tiga macam sebagai berikut.
-        Tulang rusuk sejati berjumlah tujuh pasang. Ujung belakangnya melekat pada ruas-ruas tulang belakang, sedangkan ujung depan melekat pada tulang dada.
-        Tulang rusuk palsu berjumlah tiga pasang. Ujung belakang melekat pada tulang belakang dengan ujung depan melekat pada tulang rusuk di atasnya.
-        Tulang rusuk melayang berjumlah dua pasang. Ujung belakang melekat pada tulang belakang, sedangkan ujung depan bebas tidak melekat.
·   Rangka apendikular
1.     Gelang bahu
Ada 2, kanan dan kiri, masing-masing terdiri dari tulang clavicula (selangka) dan scapula (belikat). Clavicula bersendi dengan manubrium sterni, sedangkan scapula dibelakang bergantung bebas melekat pada otot punggung. Ujung lateralnya bersendi dengan clavicula dan humerus (tulang lengan atas).
2.    Ekstremitas atas
Ada 2 dikanan dan kiri, masing-masing terdiri dari tulang humerus, tulang ulna, tulang radius, tulang carpalia, tulang metacarpalia,dan tulang phalanges.
3.    Gelang panggul
Terdiri dari 2 tulang coxae (t. pinggul) dikanan dan kiri. Gelang panggul sangat stabil yang berfungsi untuk menahan berat tubuh. Gelang panggul dibelakang bersendi denagan sacrum, didepan coxae bersendi dengan sesamanya pada simpisis pubis, sehingga terbentuklah suatu rongga yang menyerupai baskom disebut panggul. Panggul sendiri dibagi menjadi panggul besar (pelvis mayor) disebelah atas dan panggul kecil disebelah bawah (pelvis minor) disebelah bawah dengan garis batas sebelah belakang yaitu promontorium (sacrum bagian atas) sebelah samping garis innominata dan sebelah depan simpisis pubbis
4.    Ekstremitas bawah
Terdapat disebelah kanan dan kiri yang terdiri dari tulang femur, tulang patella, tulang tibia, tulang fibula, tulang tarsalia, tulang metatarsus, dan tulang phalanges. Telpak kaki manusia melengkung dan tidak kaku sehingga berfungsi sebagai pegas sewaktu berjalan. Kalau ligamen-ligamen yang mempertahankan tulang-tulang telapak kaki melemah, lengkungan telapak kaki berkurang disebut telapak datar.

B.     RANGKA KATAK (Bufo sp)
12-katak
ž  Rangka katak tersusun atas endoskeleton yang disokong oleh bagian-bagian yang lunak.  Pada fase berudu tulang-tulangnya masih lunak dan menjadi keras pada fase dewasa. Pada sambungan-sambungan tulang masih tetap  lunak dengan permukaan yang licin.
Skeleton:
b.    Skeleton axiale : tempurung kepala, vertebrae, dan sternum.
c.    Skeleton appendiculare : kaki.
ž  Tempurung kepala yang besar dan pipih terdiri atas:
ž   1.  cranium yang sempit
ž  2. beberapa pasang kapsula sensoris dari  hidung kapsula pendengaran dan kapsula yang besar untuk mata.
ž  3.  tulang-tulang rahang , os hyoid dan tulang raan dari larynx (skeleton  
          viseral).
                        Amfibi mempunyai tengkorak yang tebal dan luas secara proporsional. Tengkorak amfibi modern mempunyai tulang-tulang premaksila, nasal, frontal, parietal, dan skuamosa. Tidak ada langit-langit/ palatum sekunder pada amfibi, akibatnya neres internal lebih maju di dalam langit-langit mulut. Di bagian ventral otak ditutupi oleh tulang dermal dinamakan parasfenoid. Gigi ada pada premaksila, maksila, palatine, vomer, parasfenoid, dan tulang dental.  Ada beberapa amfibi yang sama sekali tidak memiliki gigi, atau gigi pada rahang bawah mereduksi.
                        Jumlah vertebra atau ruas tulang belakang pada amfibi bervariasi dan 10 ruas pada Salientia sampai 200 pada Gymnophiona. Tengkorak bersendi dengan tulang tengkuk, jumlah vertedrata kaudalnya  bervariasi.
                        Bangsa Amphibia merupakan vertebrata yang pertama mempunyai sternum (tulang dada) tetapi perkembangannya kurang sempurna. Tulang iga hanya pendek dan kurang berkembang sehingga tidak berhubungan dengan sternum seperti yang terjadi pada reptile, burung, atau mamal.
ž            Sebagian besar amfibi mempunyai dua pasang tungkai dengan 4 jari kaki pada kaki depan dan 5 jari pada jari belakang. Jumlah jari mungkin ada yang berkurang 2 buah.
ž            Tungkai belakang berkurang seperti pada salamander, dan pasangan tungkai tidak ada pada Caecillia. Tungkai biasanya tidak mempunyai kuku, tetapi ada semacam tanduk pada jari-jarinya.
ž            Tulang punggung bersambung dengan kepala dan ekstrimitas  berfungsi menyokong tubuh dan melindungi sumsum, terdiri atas 9 columna vertebralis dan urostyle. Masing-masing vertebrae merupakan satu segmen pendek yang fleksible. Tiap-tiap vertebrae terdiri dari centrum atau corpus yang memiliki lengkung atas (archus neuralis) sebagai tempat semsum.  Sebelah atasnya terdapat cuatan neuralis terdapat sepasang processus articularis yang membuat vertebrae sedikit bergerak. Tulang tempurung kepala bersenyawa. Tulang-tulang bersenyawa tidak dapat digerak-gerakkan.
ž            Pada tulang yang panjang dibedakan atas bagian central yang disebut diaphyse sedang kedua ujungnya disebut epiphyse. Pada diaphyse dan epiphyse terdapat hubungan yang tidak teratur dan terkunci oleh sutura.
ž            Pada katak sutura masih berupa tulang rawan yang masih dapat tubuh terus, sedangkan pada burung dan sebagian besar mammalia, masing-masing suturra menjadi tulang keras pada saat tertentu sehingga pertumbuhan tidak terjadi.

C.    RANGKA AYAM (Gallus gallus domesticus)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-W9O2rro0juvA7r_X42Bo-S1Gv_En5YeXnrwxvWqDcIAeMpJWQQZ2ZcIFPhHEJaIPiP79hvzI4qZXx5p5F7zN9g_JwSbaXr7DE-VJwJiZzxOdoEE4YUB8CNKynDbMsU8iqLBlrBhNRUM/s400/chicken20skeleton.jpg
1. Batang tubuh
Kerangka tubuh manusia secara sistematis dapat dibagi menjadi 3 bagian besar. Kerangka yang menyusun batang tubuh ( Truncus), yang menyusun ekstrimitas atau biasa kita sebut lengan dan kaki, dan yang terakhir adalah Gelang Bahu dan Pinggul ( Cingulum Membri superior & inferior).
Batang tubuh, terdiri dari Batok kepala (Calvaria) ; susunan tulang-tulang belakang (vertebra);dan Tulang iga (costa & sternum). sama seperti manusia, si ayam memiliki semuanya. Batok kepala yang kebetulan ter-modifikasi rahang dan tulang pipinya menjadi sebuah paruh yang berujung lancip, mungkin karena dia makannya ga make sumpit, secara makanannya berupa cacing dan biji-bijian. Tulang vertebra ayam memiliki lebih banyak dan kuat pada lehernya (cervical) juga pada ekornya (cocsygeus) dan memiliki susunan vertebra yang lebih rapat pada dada (thoraks) dan pinggangnya (Lumbal). Tulang iga ayam mungkin tak sebanyak manusia, yang unik disini si ayam memiliki tulang dada ( sternum) yang begitu besar beserta otot yang melingkunginya yang berfungsi untuk mengepakkan sayap,mungkin homologinya pada manusia adalah musculus pectoralis mayor.
Skapula dan clavicula yang relatif berukuran kecil menghubungkan batang tubuhnya dengan pangkal sayapnya. Berbeda dengan kita yang memiliki otot punggung dan dada yang seimbang besarnya. sedang pada ayam lebih besar di dadanya.

2. Gelang bahu dan Pinggul.
Manusia memiliki tulang clavicula dan Skapula untuk menyambungkan ekstrimitas atas / lengan dengan batang tubuh setinggi dada. Ternyata si ayam juga memilikinya namun dengan perbandingan ukuran yang relatif kecil karena tadi, tulang dan otot dada lebih mengambil peran menggerakkan sayapnya (manusia seimbang antara dada dan punggung). Gelang panggul (Pelvis) pada manusia lebih horizontal/datar dari milik ayam, yang menyebabkan si ayam tidak memilik proporsi bokong yang lebih besar seperti pada manusia.

3. Ekstrimitas
Pada ekstrimitas atas yang kalau milik kita sring kita sebut lengan. Ayam memiliki kesamaan yang banyak. Lengan atas berkerangkakan humerus, lengan bawah juga sama terdiri dari radius dan ulna. Nah baru pada susunan tulang telapak tangan (manus) ini yang termodifikasi. Tulang carpal dan metacarpal berbentuk lebih panjang untuk menjadi kerangka dari sayap si ayam. Dan tuklang phalang, yang pada manusia berfungsi sebagai jari tangan, karena ayam tidak memfungsikan jarinya, maka tulang-tulang jari tersebut berbentuk sagat kecil.
Pada ekstrimitas bawah/ kaki. Sama seperti manusia, paha berkerangkakan femur yang bersendi pada pelvis/ gelang panggul. dilanjutkan dengan susunan tulang tibia&fibula pada paha bawahnya(tulang kering dan betis). Keunikannya, femur pada ayam memiliki ukuran yang kecil dan pendekdan tibia fibula yang puanjaaang pisan (kalau kita makan kita sebut paha ayam, kalau anak kecil nyebutnya kentaki fredciken). Jadi kalau disimpulkan, si ayam sebenarnya memiliki lutut yang menghadap ke depan.
 Sedang yang kita kenal sebagai ceker ayam, kalau pada manusia merupakan tulang-tulang tarsal dan metatarsal ( tumit, engkel, dan punggung kaki) yang bentuknya memanjaang sekali. Lalu mereka memodifikasi tulang-tulang jarinya (phalang) sebagai pijakan pada tanah hidup mereka. Kalo dipikir hebat juga si ayam ini, tidak pernah berpijak pada tumitnya melainkan berjalan pada ujung jari-jarinya.

D.  RANGKA IKAN MUJAIR (Oreochromis mossambicus)
             
Ikan adalah hewan bertulang belakang yang hidup di air, bernapas dengan insang. Ikan mempunyai sirip yang berfungsi untuk berenang dan tubuh yang ramping untuk memudahkan bergerak di dalam air Secara umum ikan dibedakan berdasarkan penyusun rangka tubuhnya menjadi dua, yaitu ikan berkerangka tulang rawan dan ikan berkerangka tulang sejati.
1.      Kelompok ikan berkerangka tulang rawan kerangkanya tersusun dari tulang rawan yang elastis. Terdapat sekitar 1.000 jenis meliputi hiu, ikan pari, ikan cucut.
2.      Kelompok ikan berkerangka tulang sejati mempunyai tulang tengkorak dan tulang rangka serta ruas-ruas tulang belakang. Ikan bergerak dengan bantuan sirip yang diperkuat oleh tulang rusuk. Sirip ikan dibedakan atas sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip belakang, dan sirip ekor.
Ruas-ruas tulang belakang (vertebra) terdiri dari:
1.    Korpus atau sentrum
2.    Arkus neuralis yang merupakan lengkungan di atas korpus membentuk kanal tempat medulla spinalis.
3.    Prosesus spinosus dorsalis yang merupakan tonjolan tajam di atas arkus neuralis.
4.    Pada vertebra torakalis, sepasang askus haemalis dan berlanjut menjadi kosta haemalis.
5.    Pada vertebra kaudalis, arkus haemalis sebagai tempat arteri dan vena kaudalis yang kemudian berlanjut sebagai prosesus spinosus haemalis.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmrvnBhTnQPO3VQYLCHHQroVdOE0XXzLp94yIW6sGFkedPIRd6xHdPjCgu7bSodrU2C2nGYSAI3W7fl7jGwADI5M2O6txlZs-VL50-x3NITA55rlob-N9ruVDkzkXjUY3frHJvo5-9IHA/s1600/v04_id131_con_fshskel.jpg
·  Anggota tubuh ikan terdiri dari sirip
·       Sirip merupakan bangunan seperti selaput yang ditegakkan oleh jari-jari sirip. 
·       Fungsi sirip adalah untuk menjaga keseimbangan dalam air dan untuk berenang.
Ikan mempunyai bermacam-macam sirip, yaitu:
    1. Sirip punggung (pina dorsalis)
    2. Sirip dada (pina dorsalis)
    3. Sirip perut (pina abdominalis)
    4. Pina analis
    5. Sirip ekor (Pina caudalis)
Pada pina caudalis berdasarkan anatominya, terbagi menjadi 4:
1.        Protosirkal, yaitu bila akhir kolumna vertebralis sampai pada ujung ekor dan ekornya berujung tumpul.
2.        Difisirkal, bila akhir kolumna vertebralis sampai ujung ekor dan ekornya berujung meruncing.
3.        Homosirkal, bila kolumna vertebralis berakhir tidak pada ujung ekor, tetapi sedikit membelok ke atas dengan ujung ekor terbagi menjadi dua bagian yang sama.
4.        Heterosirkal, bila kolumna vertebralis berakhir menjorok ke salah satu ujung ekor yang membagi diri menjadi dua bagian yang tidak sama. Dibedakan menjadi episirkal dan hiposirkal.














BAB IV
KESIMPULAN

Pada umumnya dari ke empat sampel yaitu rangka manusia, katak, ikan, ayam memiliki bagian rangka penyusun tubuh yang sama akan tetapi bentuk, ukuran dan fungsi yang berbeda satu dengan yang lainnya.
Pada manusia, ayam dan katak sama-sama memiliki tulang rusuk yang berfungsi untuk melindungi organ dalam seperti salah satunya adalah jantung sedangkan pada katak tidak memiliki tulang rusuk, dan organ bagian dalamnya seperti jantung , paru-paru , hati dan lain-lain dilindungi oleh lemak yang tebal.
Pada ayam anggota gerak atas yaitu berupa sepasang sayap yang berfungsi untuk terbang, sedangkan pada ikan anggota geraknya itu berupa sirip yang terletak pada anggota tubuh ikan, sirip tersebut terdiri dari sirip punggung, sirip dada, sirip perut, dan sirip ekor yang sirip tersebut berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh ikan didalam air dan untuk berenang.
















DAFTAR PUSTAKA


Zainalmutakin.2012. Sistem rangka pada manusia.(Online: http://zainalmutakin7.blogspot.com/2012/12/sistem-skelet-rangka-pada-manusia.html, 12 Desember 2013).


Anonim.2010.Sistem rangka ayam dan katak.(Online:http://biologi-news.blogspot.com/2010/12/anatomi-comparativa-ikan-mujair.html, 10 Desember 2013).

Anonim.2012.Rangka Ikan.(Online: http://garda-pengetahuan.blogspot.com/2012/12/Rangkaikan&gambar,  
4 Desember 2013).


1 comment:

  1. Dalam Komentar Ini Akan Memberikan Artikel Untuk Menambahkan Pengetahuan Bagi Para Pecinta Aduan Ayam Indonesia.

    Maka Akan Kami Memberikan Artikel Yang Barusan Update Secara Langsung Yang Ada Dibawah Ini.

    Silakan Kunjungi Artikel s128 Dari Tajen Online
    https://tajenonline.com/daftar-s128-bolavita/

    Meningkatkan Kekuatan Pada Otot Leher Ayam Aduan
    https://tajenonline.com/meningkatkan-kekuatan-pada-otot-leher-ayam-aduan/

    Anda Juga Bisa Melakukan Chatting Langsung Di Whatsapp Kami +62-8122-222-995

    Terima Kasih Sudah Membaca Komentar Saya

    ReplyDelete