LAPORAN
PRAKTIKUM
STRUKTUR HEWAN
PERCOBAAN
III
SISTEM
RANGKA

Nama: Novitasari
Nim: 342012138
Kelas/semester: D/III
Dosen pengasuh: Marlina Ummas
Genisa.S.Si.,M.Sc
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH PALEMBANG
2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sistem
rangka adalah suatu sistem organ yang memberikan dukungan fisik pada makhluk
hidup. Manusia bisa bergerak karena adanya rangka dan otot. Rangka tersebut
tidak dapat bergerak sendiri, melainkan dibantu oleh otot.
Dengan
adanya kerjasama antara rangka dan otot, makhluk hidup dapat melompat,
berjalan, bergoyang, berlari dan sebagainya. Begitu dengan hewan, mereka juga
memiliki rangka yang sangat berperan penting dalam aktifitasnya. Kita sebagai
anggota dari makhluk hidup yang diciptakan paling sempurna oleh Allah SWT,
mempunyai peranan penting dimuka bumi ini yaitu berperan sebagai khalifah atu
pemimpin dimuka bumi.
Oleh sebab itu, kita juga mempunyai kewajiban
untuk melestarikan isi muka bumi ini, termasuk melestarikan hewan. Dengan
mempelajari anggota golongan ini kita dapat melestarikan lingkungan, selain itu
juga dapat memberikan informasi berupa ilmu pengetahuan yang penting bagi dunia
pendidikan. Tetapi dalam laporan ini khusus membahas tentang sistem perbedaan
rangka pada golongan hewan vertebrata.
1.2 Tujuan Pembelajaran
- Mengamati dan
membandingkan sistem rangka antara manusia dengan katak, ayam dan ikan.
BAB II
METODOLOGI
2.1 Waktu Praktikum
Waktu
kegiatan pratikum struktur hewan percobaan III dilaksanakan pada hari jum’at,
14 Desember 2013
pukul 13.00-15.00 WIB dan tempat dilaksanakan pratikum disalah satu ruang kelas
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Palembang.
2.2 Alat dan Bahan
Alat
dan bahan yang digunakan pada saat di melakukan praktikum adalah
a. Katak
(Bufo sp)
b. Ayam
(Gallus gallus domesticus)
c. Ikan
mujair (Oreochromis mossambicus)
d. Pinset
e. Tempat
memasak air (untuk merebus katak, ayam dan ikan)
f. Alkohol
g. Hidrogen peroksida (H202)
h. Camera
digital dan camera hanphone
2.3 Cara Kerja
-
Siapkan Alat dan Bahan yang akan
digunakan seperti alkohol, tempat memasak air, dan pinset
-
Membuat
pingsan
(MENGANASTESI) katak dan ikan dengan menggunakan alcohol
-
Merebus katak, ayam dan ikan sampe dagingnya lembut dan
kulitnya mengelupas
-
Memisahkan atau melepaskan daging dari tulang katak, ayam dan ikan tersebut
dengan menggunakan pinset
-
Setelah
itu redam tulang katak , ikan dan ayam dengan cairan H2o2 , lalu keringkan dan
susunan tulang hingga menjadi rangka yang utuh
-
Menempelkan keterangan pada bagian rangka ayam , ikan ,
dan katak
-
Mengamati dan membandingkan rangka penyusun tengkorak , anggota badan ,
angggota gerak, pada rangka manusia , katak , ikan ,dan ayam.
BAB
III
HASIL
DAN PEMBAHASAN
3.1 HASIL
|
No
|
Sampel
|
Pengamatan
|
|
|
Dilaboratorium
|
Browsing Internet
|
||
|
1.
|
Rangka Manusia
|
![]() |
![]() |
|
2.
|
Rangka Katak (Bufo sp)
|
![]() |
|
|
3.
|
Rangka Ayam (Gallus gallus domesticus)
|
![]() |
|
|
4.
|
Rangka Ikan mujair (Oreochromis
mossambicus)
|
![]() |
![]() |
3.2 TABEL PERBANDINGAN
|
PERBEDAAN
|
|||
|
Rangka Manusia
|
Rangka
Katak (Bufo sp)
|
Rangka
Ayam (Gallus gallus domesticus)
|
Rangka
Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus)
|
![]() |
![]() |
||
|
Penjelasan:
1.
Kranium (tulang tengkorak)
Dari ke empat sample manusia, katak,
ayam,
ikan memiliki kranium
dengan bentuk dan ukuran yang berbeda, tapi memiliki fungsi yang sama yaitu untuk melindungi bagian otak dan mata.
2.
Rangka pada bagian badan
Diantara ke empat sampel tersebut hanya katak yang tidak memiliki tulang rusuk, karena bagian organ dalam katak
seperti jantung, paru-paru, hati dilindungi oleh lemak yang tebal pada kulit katak. Sedangkan manusia, ayam, ikan memiliki rangka anggota badan dengan fungsi yang sama
yaitu tulang rusuk untuk melindungi organ dalam seperti jantung, paru-paru, hati dan lain-lain .
3.
Rangka anggota gerak
a)
Dari ke empat sampel hanya ikan yang tidak memiliki anggota
gerak
seperti tangan dan kaki, akan tetapi pada ikan memiliki sirip sebagai anggota geraknya yang berfungsi
menjaga keseimbangan dalam air dan untuk berenang .
b)
Pada manusia dan katak sama-sama memiliki anggota gerak atas yang sama seperti humerus, radius, ulna ,
karpal , metacarpal , phalages akan
tetapi ukurannya berbeda dan memiliki fungsi yang berbeda pula.
c)
Pada ayam , anggota gerak atas digantikan dengan kedua sayap yang
berfungsi untuk terbang.
d)
Pada ayam dan manusia anggota gerak bawah memiliki fungsi yang sama yaitu untuk berjalan akan
tetapi
untuk ukuran dan
bentuknya yang berbeda.
e)
Pada katak, diantara anggota gerak atas (tangan)
dan anggota gerak bawah (kaki) katak itu saling berkisambungan yaitu fungsinya untuk melompat.
|
|||
3.3 PEMBAHASAN
Sistem
rangka adalah suatu sistem organ
yang memberikan dukungan fisik pada makhluk hidup. Sistem rangka umumnya dibagi
menjadi tiga tipe: eksternal, internal, dan basis cairan (rangka hidrostatik),
walaupun sistem rangka hidrostatik dapat pula dikelompokkan secara terpisah
dari dua jenis lainnya karena tidak adanya struktur penunjang.
A.
RANGKA
MANUSIA
Struktur dan
Fungsi Rangka Tubuh Manusia. Tulang-tulang yang tersusun sedemikian rupa dengan
sistem tertentu disebut rangka. Rangka pada hewan Vertebrata berupa
endoskeleton (rangka dalam). Tulang-tulang yang menyusun rangka mempunyai
struktur yang bermacam-macam sesuai dengan fungsinya.
Rangka mempunyai fungsi sebagai
berikut.
·
Penopang dan penunjang tegaknya tubuh.
·
Memberi bentuk tubuh.
·
Melindungi alat-alat atau bagian tubuh yang lunak.
·
Alat gerak pasif.
·
Tempat melekatnya otot-otot rangka
·
Tempat pembentukan sel darah dan penimbunan mineral.
Rangka tubuh
dibedakan menjadi tiga macam:
a.
Rangka yang terdapat pada hewan yang tubuhnya lunak,
misalnya cacing tanah disebut rangka hidrostatik.
b.
Rangka yang terdapat pada insekta berupa lapisan luar
yang membungkus tubuh, dan terbuat dari zat kitin disebut rangka luar
(eksoskeleton).
c.
Pada hewan vertebrata terdapat kumpulan tulang rawan
dan tulang keras yang membentuk suatu rangkaian menurut aturan tertentu yang
disebut rangka dalam (endoskeleton).

Rangka manusia terdiri atas kurang lebih 206 tulang. Berdasarkan letak
tulang-tulang terhadap sumbu tubuh, rangka manusia dapat dikelompokkan menjadi
dua kelompok. Kelompok pertama adalah rangka aksial yang berada di bagian
tengah sumbu tubuh. Kelompok kedua, adalah rangka apendikular yang berada di
bagian tepi dari sistem rangka aksial. Rangka aksial terdiri atas tulang kepala
(tengkorak), ruas-ruas tulang belakang (vertebrae), tulang dada (sternum), dan
tulang rusuk (kosta). Rangka apendikular terdiri atas gelang bahu, anggota
gerak atas (tungkai atas), gelang panggul, dan anggota gerak bawah (tungkai
bawah).
· Rangka
Aksial
Rangka aksial merupakan tulang-tulang yang berada di bagian tengah sumbu
tubuh. Tulang rangka aksial terdiri atas tulang kepala, ruas tulang belakang,
tulang dada, dan tulang rusuk.
1.
Tulang Kepala
Tulang kepala terdiri atas tulang tempurung (kranium) dan tulang rahang.
Tulang kepala berfungsi sebagai pelindung otak, organ pendengaran, dan organ penglihatan.
Tulang tengkorak terdiri atas 28 buah tulang. Tulang tengkorak berfungsi
melindungi otak, mata, dan telinga dalam. Tulang-tulang pembentuk tengkorak
dibedakan atas tulang tengkorak wajah (muka) dan tengkorak pelindung otak
(kubah).
Hubungan tulang yang terdapat pada tengkorak kepala bersifat suture yaitu
tidak dapat digerakkan. Kesatuan susunan tengkorak yang tegak seolah ”terletak”
seimbang di atas ruas teratas (pertama) tulang belakang adalah tulang atlas.
Sendi yang menghubungkan tengkorak dengan tulang belakang ini disebut sendi
atlas (sendi putar), sehingga memungkinkan gerak kepala mengangguk ke depan dan
ke belakang, menggeleng ke kiri dan ke kanan, bahkan berputar ke kiri dan ke
kanan dengan wajah tetap menghadap ke depan.
2. Tulang Belakang (Columna Vertebralis)
Tulang belakang merupakan penopang tubuh utama. Terdiri atas jejeran
tulang-tulang belakang (vertebrae). Di antara tulang-tulang vertebrae terdapat
discus invertebralis merupakan tulang rawan yang membentuk sendi yang kuat dan
elastis. Discus invertebralis memungkinkan tulang belakang bergerak ke segala
arah. Jika dilihat dari samping, tulang belakang membentuk lekukan leher
(cervix), lekukan dada (thorax), lekukan pinggul (lumbar), dan lekukan
selangkang (sacral).
Pada tulang belakang terjadi perlengkungan karena berfungsi sebagai
penyangga berat dan memungkinkan manusia melakukan berbagai jenis posisi gerak.
3. Tulang
Dada (Sternum) dan Tulang Rusuk (Costa)
Tulang dada terdiri atas bagian hulu atau tangkai (manubrium sterni), bagian
badan (corpus sterni), dan taju pedang (processus xyphoideus). Tulang rusuk
terdiri atas 12 pasang tulang rusuk, yaitu 7 pasang rusuk sejati (costa vera),
3 pasang rusuk palsu (costa spuria), dan 2 pasang rusuk melayang (costa
fluctuantes).
Bersama lekukan thorax pada tulang belakang, tulang dada dan tulang rusuk
membentuk rongga dada (thorax) yang melindungi organ-organ penting seperti
jantung, paru-paru, dan pembuluh darah. Tulang rusuk terdiri dari 12 pasang.
Ujung belakangnya melekat pada ruas-ruas tulang belakang. Tulang rusuk dapat
dibedakan menjadi tiga macam sebagai berikut.
-
Tulang rusuk sejati berjumlah tujuh pasang. Ujung
belakangnya melekat pada ruas-ruas tulang belakang, sedangkan ujung depan
melekat pada tulang dada.
-
Tulang rusuk palsu berjumlah tiga pasang. Ujung
belakang melekat pada tulang belakang dengan ujung depan melekat pada tulang
rusuk di atasnya.
-
Tulang rusuk melayang berjumlah dua pasang. Ujung
belakang melekat pada tulang belakang, sedangkan ujung depan bebas tidak
melekat.
· Rangka
apendikular
1. Gelang bahu
Ada
2, kanan dan kiri, masing-masing terdiri dari tulang clavicula (selangka) dan
scapula (belikat). Clavicula bersendi dengan manubrium sterni, sedangkan
scapula dibelakang bergantung bebas melekat pada otot punggung. Ujung
lateralnya bersendi dengan clavicula dan humerus (tulang lengan atas).
2.
Ekstremitas
atas
Ada
2 dikanan dan kiri, masing-masing terdiri dari tulang humerus, tulang ulna,
tulang radius, tulang carpalia, tulang metacarpalia,dan tulang phalanges.
3. Gelang panggul
Terdiri
dari 2 tulang coxae (t. pinggul) dikanan dan kiri. Gelang panggul sangat stabil
yang berfungsi untuk menahan berat tubuh. Gelang panggul dibelakang bersendi
denagan sacrum, didepan coxae bersendi dengan sesamanya pada simpisis pubis,
sehingga terbentuklah suatu rongga yang menyerupai baskom disebut panggul.
Panggul sendiri dibagi menjadi panggul besar (pelvis mayor) disebelah atas dan
panggul kecil disebelah bawah (pelvis minor) disebelah bawah dengan garis batas
sebelah belakang yaitu promontorium (sacrum bagian atas) sebelah samping garis
innominata dan sebelah depan simpisis pubbis
4. Ekstremitas bawah
Terdapat
disebelah kanan dan kiri yang terdiri dari tulang femur, tulang patella, tulang
tibia, tulang fibula, tulang tarsalia, tulang metatarsus, dan tulang phalanges.
Telpak kaki manusia melengkung dan tidak kaku sehingga berfungsi sebagai pegas
sewaktu berjalan. Kalau ligamen-ligamen yang mempertahankan tulang-tulang
telapak kaki melemah, lengkungan telapak kaki berkurang disebut telapak datar.
B. RANGKA KATAK (Bufo sp)
Rangka katak tersusun atas endoskeleton yang disokong oleh bagian-bagian yang
lunak. Pada fase berudu tulang-tulangnya
masih lunak dan menjadi keras pada fase dewasa. Pada sambungan-sambungan tulang
masih tetap lunak dengan permukaan yang licin.
Skeleton:
b.
Skeleton axiale : tempurung kepala, vertebrae, dan
sternum.
c.
Skeleton appendiculare : kaki.
Tempurung kepala yang besar dan pipih terdiri atas:
1. cranium yang sempit
2. beberapa pasang kapsula sensoris dari
hidung kapsula pendengaran dan kapsula yang besar untuk mata.
3. tulang-tulang
rahang , os hyoid dan tulang raan dari larynx (skeleton
viseral).
Amfibi
mempunyai tengkorak yang tebal dan luas secara proporsional. Tengkorak amfibi
modern mempunyai tulang-tulang premaksila, nasal, frontal, parietal, dan
skuamosa. Tidak ada langit-langit/ palatum sekunder pada amfibi, akibatnya
neres internal lebih maju di dalam langit-langit mulut. Di bagian ventral otak
ditutupi oleh tulang dermal dinamakan parasfenoid. Gigi ada pada premaksila,
maksila, palatine, vomer, parasfenoid, dan tulang dental. Ada beberapa
amfibi yang sama sekali tidak memiliki gigi, atau gigi pada rahang bawah
mereduksi.
Jumlah
vertebra atau ruas tulang belakang pada amfibi bervariasi dan 10 ruas pada
Salientia sampai 200 pada Gymnophiona. Tengkorak bersendi dengan tulang
tengkuk, jumlah vertedrata kaudalnya bervariasi.
Bangsa
Amphibia merupakan vertebrata yang pertama mempunyai sternum (tulang dada)
tetapi perkembangannya kurang sempurna. Tulang iga hanya pendek dan kurang
berkembang sehingga tidak berhubungan dengan sternum seperti yang terjadi pada
reptile, burung, atau mamal.
Sebagian besar amfibi mempunyai
dua pasang tungkai dengan 4 jari kaki pada kaki depan dan 5 jari pada jari belakang.
Jumlah jari mungkin ada yang berkurang 2 buah.
Tungkai belakang berkurang
seperti pada salamander, dan pasangan tungkai tidak ada pada Caecillia. Tungkai
biasanya tidak mempunyai kuku, tetapi ada semacam tanduk pada jari-jarinya.
Tulang punggung bersambung
dengan kepala dan ekstrimitas berfungsi menyokong tubuh dan melindungi
sumsum, terdiri atas 9 columna vertebralis dan urostyle. Masing-masing
vertebrae merupakan satu segmen pendek yang fleksible. Tiap-tiap vertebrae
terdiri dari centrum atau corpus yang memiliki lengkung atas (archus neuralis)
sebagai tempat semsum. Sebelah atasnya
terdapat cuatan neuralis terdapat sepasang processus articularis yang membuat
vertebrae sedikit bergerak. Tulang tempurung kepala bersenyawa. Tulang-tulang bersenyawa
tidak dapat digerak-gerakkan.
Pada tulang yang panjang
dibedakan atas bagian central yang disebut diaphyse sedang kedua ujungnya
disebut epiphyse. Pada diaphyse dan epiphyse terdapat hubungan yang tidak
teratur dan terkunci oleh sutura.
Pada katak sutura masih berupa
tulang rawan yang masih dapat tubuh terus, sedangkan pada burung dan sebagian
besar mammalia, masing-masing suturra menjadi tulang keras pada saat tertentu
sehingga pertumbuhan tidak terjadi.
C.
RANGKA AYAM
(Gallus gallus domesticus)
Kerangka tubuh manusia secara sistematis dapat dibagi menjadi 3 bagian
besar. Kerangka yang menyusun batang tubuh ( Truncus), yang menyusun
ekstrimitas atau biasa kita sebut lengan dan kaki, dan yang terakhir adalah
Gelang Bahu dan Pinggul ( Cingulum Membri superior & inferior).
Batang tubuh, terdiri dari Batok kepala (Calvaria) ; susunan tulang-tulang
belakang (vertebra);dan Tulang iga (costa & sternum). sama seperti manusia,
si ayam memiliki semuanya. Batok kepala yang kebetulan ter-modifikasi rahang
dan tulang pipinya menjadi sebuah paruh yang berujung lancip, mungkin karena
dia makannya ga make sumpit, secara makanannya berupa cacing dan biji-bijian. Tulang
vertebra ayam memiliki lebih banyak dan kuat pada lehernya (cervical) juga pada
ekornya (cocsygeus) dan memiliki susunan vertebra yang lebih rapat pada dada
(thoraks) dan pinggangnya (Lumbal). Tulang iga ayam mungkin tak sebanyak
manusia, yang unik disini si ayam memiliki tulang dada ( sternum) yang begitu
besar beserta otot yang melingkunginya yang berfungsi untuk mengepakkan
sayap,mungkin homologinya pada manusia adalah musculus pectoralis mayor.
Skapula dan clavicula yang relatif berukuran kecil menghubungkan batang
tubuhnya dengan pangkal sayapnya. Berbeda dengan kita yang memiliki otot
punggung dan dada yang seimbang besarnya. sedang pada ayam lebih besar di
dadanya.
2. Gelang
bahu dan Pinggul.
Manusia memiliki tulang clavicula dan Skapula untuk menyambungkan
ekstrimitas atas / lengan dengan batang tubuh setinggi dada. Ternyata si ayam
juga memilikinya namun dengan perbandingan ukuran yang relatif kecil karena
tadi, tulang dan otot dada lebih mengambil peran menggerakkan sayapnya (manusia
seimbang antara dada dan punggung). Gelang panggul (Pelvis) pada manusia lebih
horizontal/datar dari milik ayam, yang menyebabkan si ayam tidak memilik
proporsi bokong yang lebih besar seperti pada manusia.
3. Ekstrimitas
Pada ekstrimitas atas yang kalau milik kita sring kita sebut lengan. Ayam
memiliki kesamaan yang banyak. Lengan atas berkerangkakan humerus, lengan bawah
juga sama terdiri dari radius dan ulna. Nah baru pada susunan tulang telapak
tangan (manus) ini yang termodifikasi. Tulang carpal dan metacarpal berbentuk
lebih panjang untuk menjadi kerangka dari sayap si ayam. Dan tuklang phalang,
yang pada manusia berfungsi sebagai jari tangan, karena ayam tidak memfungsikan
jarinya, maka tulang-tulang jari tersebut berbentuk sagat kecil.
Pada ekstrimitas bawah/ kaki. Sama seperti manusia, paha berkerangkakan
femur yang bersendi pada pelvis/ gelang panggul. dilanjutkan dengan susunan
tulang tibia&fibula pada paha bawahnya(tulang kering dan betis).
Keunikannya, femur pada ayam memiliki ukuran yang kecil dan pendekdan tibia
fibula yang puanjaaang pisan (kalau kita makan kita sebut paha ayam, kalau anak
kecil nyebutnya kentaki fredciken). Jadi kalau disimpulkan, si ayam sebenarnya
memiliki lutut yang menghadap ke depan.
Sedang yang kita kenal sebagai ceker
ayam, kalau pada manusia merupakan tulang-tulang tarsal dan metatarsal ( tumit,
engkel, dan punggung kaki) yang bentuknya memanjaang sekali. Lalu mereka
memodifikasi tulang-tulang jarinya (phalang) sebagai pijakan pada tanah hidup
mereka. Kalo dipikir hebat juga si ayam ini, tidak pernah berpijak pada
tumitnya melainkan berjalan pada ujung jari-jarinya.
D.
RANGKA IKAN
MUJAIR (Oreochromis mossambicus)

Ikan
adalah hewan bertulang belakang yang hidup di air, bernapas dengan insang. Ikan
mempunyai sirip yang berfungsi untuk berenang dan tubuh yang ramping untuk
memudahkan bergerak di dalam air Secara umum ikan dibedakan berdasarkan
penyusun rangka tubuhnya menjadi dua, yaitu ikan berkerangka tulang rawan dan
ikan berkerangka tulang sejati.
1.
Kelompok ikan berkerangka tulang rawan
kerangkanya tersusun dari tulang rawan yang elastis. Terdapat sekitar 1.000
jenis meliputi hiu, ikan pari, ikan cucut.
2.
Kelompok ikan berkerangka tulang sejati
mempunyai tulang tengkorak dan tulang rangka serta ruas-ruas tulang belakang.
Ikan bergerak dengan bantuan sirip yang diperkuat oleh tulang rusuk. Sirip ikan
dibedakan atas sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip belakang, dan
sirip ekor.
Ruas-ruas tulang belakang (vertebra) terdiri dari:
1.
Korpus atau sentrum
2.
Arkus neuralis yang merupakan lengkungan di atas
korpus membentuk kanal tempat medulla spinalis.
3.
Prosesus spinosus dorsalis yang merupakan tonjolan
tajam di atas arkus neuralis.
4.
Pada vertebra torakalis, sepasang askus haemalis dan
berlanjut menjadi kosta haemalis.
5.
Pada vertebra kaudalis, arkus haemalis sebagai tempat
arteri dan vena kaudalis yang kemudian berlanjut sebagai prosesus spinosus
haemalis.
·
Anggota tubuh ikan terdiri dari sirip
·
Sirip merupakan bangunan seperti selaput yang
ditegakkan oleh jari-jari sirip.
·
Fungsi sirip adalah untuk menjaga keseimbangan dalam
air dan untuk berenang.
Ikan mempunyai bermacam-macam sirip, yaitu:
- Sirip punggung (pina dorsalis)
- Sirip dada (pina dorsalis)
- Sirip perut (pina abdominalis)
- Pina analis
- Sirip ekor (Pina caudalis)
Pada pina caudalis berdasarkan anatominya, terbagi
menjadi 4:
1.
Protosirkal,
yaitu bila akhir kolumna vertebralis sampai pada ujung ekor dan ekornya
berujung tumpul.
2.
Difisirkal,
bila akhir kolumna vertebralis sampai ujung ekor dan ekornya berujung
meruncing.
3.
Homosirkal,
bila kolumna vertebralis berakhir tidak pada ujung ekor, tetapi sedikit
membelok ke atas dengan ujung ekor terbagi menjadi dua bagian yang sama.
4.
Heterosirkal,
bila kolumna vertebralis berakhir menjorok ke salah satu ujung ekor yang
membagi diri menjadi dua bagian yang tidak sama. Dibedakan menjadi episirkal
dan hiposirkal.
BAB
IV
KESIMPULAN
Pada
umumnya dari ke
empat sampel
yaitu rangka manusia, katak,
ikan, ayam memiliki bagian rangka penyusun tubuh yang sama akan tetapi bentuk,
ukuran dan fungsi yang berbeda
satu dengan yang lainnya.
Pada
manusia, ayam dan katak sama-sama memiliki tulang rusuk yang berfungsi untuk
melindungi organ dalam seperti salah satunya adalah jantung sedangkan pada katak tidak memiliki tulang rusuk, dan organ bagian dalamnya seperti jantung , paru-paru ,
hati dan lain-lain dilindungi oleh lemak yang tebal.
Pada
ayam anggota gerak atas yaitu berupa sepasang sayap yang berfungsi untuk
terbang, sedangkan pada ikan
anggota geraknya itu berupa sirip yang terletak pada anggota tubuh ikan,
sirip tersebut terdiri dari
sirip punggung, sirip dada, sirip perut, dan sirip ekor yang sirip
tersebut berfungsi untuk
menjaga keseimbangan tubuh ikan didalam air dan untuk berenang.
DAFTAR PUSTAKA
Zainalmutakin.2012. Sistem rangka pada
manusia.(Online: http://zainalmutakin7.blogspot.com/2012/12/sistem-skelet-rangka-pada-manusia.html, 12 Desember 2013).
Anonim.2010.Sistem rangka ayam dan katak.(Online:http://biologi-news.blogspot.com/2010/12/anatomi-comparativa-ikan-mujair.html, 10 Desember 2013).
4 Desember 2013).















Dalam Komentar Ini Akan Memberikan Artikel Untuk Menambahkan Pengetahuan Bagi Para Pecinta Aduan Ayam Indonesia.
ReplyDeleteMaka Akan Kami Memberikan Artikel Yang Barusan Update Secara Langsung Yang Ada Dibawah Ini.
Silakan Kunjungi Artikel s128 Dari Tajen Online
https://tajenonline.com/daftar-s128-bolavita/
Meningkatkan Kekuatan Pada Otot Leher Ayam Aduan
https://tajenonline.com/meningkatkan-kekuatan-pada-otot-leher-ayam-aduan/
Anda Juga Bisa Melakukan Chatting Langsung Di Whatsapp Kami +62-8122-222-995
Terima Kasih Sudah Membaca Komentar Saya